loader
  • Map Icon

    (021) 3190 1010
    Hotline

  • Call Icon

    Jl. Kramat Raya No. 140
    Jakarta 10430

News > Detail
blog_img

Melantai Perdana di BEI, Saham Krida Jaringan Langsung Kena Auto Reject

Liputan6.com, Jakarta - PT Krida Jaringan Nusantara Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Senin pagi ini. Perusahaan dengan kode saham KJEN ini merupakan emiten ke-18 yang melantai perdana atau initial public offering (IPO) di BEI pada 2019.

Direktur Utama Krida Jaringan Nusantara Dewi Prasetyaningsih mengatakan, aksi korporasi IPO merupakan wujud nyata perusahaan untuk meningkatkan dampak positif seluas-luasnya dengan berbagai pihak.

"Dengan oversubscribed 4,58 kali dari nilai total saham yang ditawarkan, ini membuktikan publik memiliki kepercayaan yang tinggi kepada kami, mengingat industri e-commerce sedang tinggi saat ini," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Pada IPO pagi ini, Saham KJEN langsung terkena penghentian otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), lantaran kenaikan saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.

Adapun pada pencatatan perdana ini, saham KJEN naik 49,5 persen atau 100 poin ke level Rp 302. Saham KJEN ditransaksikan sebanyak 10 kali dengan volume sebanyak 90 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 2,68 juta.

Perusahaan yang bergerak di bidang usaha kurir dan logistik ini tercatat melepas 150 juta saham dengan harga Rp 202 per saham lewat skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Penggunaan Dana

Krida Jaringan Nusantara akan menggunakan seluruh dana IPO setelah dikurangi biaya untuk melunasi pembelian tanah dengan luas 1.047 meter persegi dan bangunan 5.529 meter persegi di Jalan Kramat VI, Jakarta.

Tanah dan bangunan ini merupakan sarana penunjang aktivitas operasional jasa pengiriman barang-barang pindahan dan pengiriman paket. Nilai objek pengambilan ini sebesar Rp 37,63 miliar.

Diketahui, Krida Jaringan Nusantara membeli tanah dan bangunan ini dari Pectrus Daruyani yang saat ini memiliki 6,5 persen saham Perseroan.

Dalam aksi korporasi ini, penjamin pelaksana emisi efek Perseroan (underwriter) ialah Panca Global Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek IPO adalah Dhana Wibawa Sekuritas, Evergreen Sekuritas Indonesia, Investindo Nusantara Sekuritas, dan Panin Sekuritas.